Connect with us

Ragam

Buruh GARTEKS KSBSI Siapkan Kader Perempuan Menjadi Pemimpin

Published

on

BAGIKAN :

DN, Jakarta – Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS-KSBSI) mengadakan pelatihan Training on Organizing For Female Leaders. Agenda ini dilaksanakan 3 hari, dari 13-15 November 2020 di Hotel Grand Diara, Puncak Bogor Jawa Barat. Narasumber pelatihan, salah satunya Elly Rosita Silaban Presiden KSBSI pun didapuk sebagai pembicara. Untuk menceritakan ilmu dan pengalamannya yang saat ini sedang memimpin serikat buruh.

Trisnur Priyanto Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (Sekjen DPP) FSB GARTEKS-KSBSI mengatakan pelatihan yang diadakan ini memang dikhususkan untuk perempuan pengurus tingkat komisariat dan cabang. Dengan adanya pelatihan itu, dia berharap nantinya akan bisa melahirkan kepemimpinan buruh perempuan.

“Saya berharap, setelah pelatihan ini mereka mampu sebagai pemimpin buruh perempuan GARTEKS KSBSI yang mampu mengorganisir, memimpin organisasi serta memecahkan masalah ditempat kerja mereka,” ujarnya, saat diwawancarai lewat seluler, Jumat (13/11/20).

Selain itu, Trisnur juga menjelaskan sejak beberapa tahun ini FSB GARTEKS KSBSI memang fokus mendorong berbagai pelatihan dan pendidikan untuk kader perempuannya. Karena, sampai saat ini porsi kepengurusan dari tingkat komisariat sampai cabang masih minim diduduki oleh perempuan.

“Padahal jumlah mayoritas anggota di FSB GARTEKS KSBSI adalah perempuan, sekira 80 persen. Makanya pelatihan Training on Organizing For Female Leaders ini diadakan bisa memotivasi mereka lebih semangat menjadi pemimpin untuk kedepannya,” kata Trisnur.

Lanjutnya, pelatihan kepemimpinan perempuan yang diadakan hari ini memang khusus kepada kader perempuan GARTEKS KSBSI diwilayah Jabotabek. Nah, dalam waktu dekat ini, organisasinya juga berencana akan melakukan pelatihan yang sama di wilayah Jawa Tengah.

“Termasuk, kedepannya kami akan mencoba membuat pelatihan training of trainers (TOT) khusus kepada kader perempuan,” jelasnya.

Baca juga :   Reporter Koran Itu Pekerjaan Terburuk Dan Datangnya Teknologi Generasi Kelima

Ia menjelaskan potensi kepemimpinan buruh perempuan di Indonesia sebenarnya sangat tinggi. Namun, karirnya sering berhenti ditengah jalan. Salah satu alasannya terbentur masalah sibuk mengurus rumah tangga. Sehingga akhirnya memaksa mereka tidak aktif lagi berorganisasi. Oleh sebab, materi pelatihan yang diadakan ini lebih fokus mematangkan wacana, serta mencari solusi jalan tengahnya.

Terakhir, Trisnur mengatakan bahwa kwalitas kepemimpinan perempuan di internal FSB GARTEKS KSBSI semakin tahun mengalami kemajuan. Baik kualitas kesadaran, mental dan kemampuan intelektualnya. Hal itu terlihat, ketika materi pelatihan yang disampaikan oleh nara sumber, mereka banyak bertanya dan berpendapat secara kritis.

Kemudian, dia berharap kepada kader perempuan yang telah diberikan materi pelatihan, mereka bisa mengaktualisasikan dan lebih militan membesarkan organisasi. Serta mampu memperjuangkan hak dan melawan segala bentuk perlakuan diskriminasi terhadap perempuan di dunia kerja.

“Intinya kami sebagai pengurus pusat sudah membekali mereka dengan berbagai pelatihan dan pendidikan. Saya berharap kedepannya kader-kader perempuan FSB GARTEKS KSBSI bisa tampil dan mengambil peran di struktur organisasi,” tandasnya. (AH)


BAGIKAN :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *