Connect with us

Politik

Aktivis GMKI Jakarta Demo di Kantor Nadiem Makarim, Ini Tuntutannya

Published

on

Aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jakarta melakukan aksi di depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta Pusat. (Sumber photo: AH)
BAGIKAN :

DN, Jakarta – Aktivis dari berbagai kampus yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jakarta kembali melakukan aksi di depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta Pusat. Aksi tersebut menuntut Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) harus serius menjalankan tanggung jawabnya dalam memberikan pendidikan yang berkualitas.

Pian Manurung koordinasi aksi demo dalam orasinya mengatakan mulai dari sistem pendidikan yang sedang dijalankan hari ini tidak berjalan sebagaimana harusnya. Diantaranya praktik jual beli ijazah masih marak terjadi.

“Bahkan pendidikan di wilayah Timur Indonesia juga belum mendapatkan pelayanan yang sama seperti di pulau Jawa dan Sumatera. Nadiem harusnya sadar dengan kondisi ini,” tegasnya, Jumat (12/3/21).

Samuel Pitawa salah satu kader GMKI Jakarta. Dia mengatakan bahwa kondisi pendidikan di tanah Papua tidak betul-betul diperhatikan oleh pemerintah pusat. Termasuk di daerah Maluku, masih terdapat tenaga pengajar tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Atau tepatnya proses belajar mengajar yang tidak maksimal.

Ia juga menyampaikan jika dilihat secara lebih luas permasalahan pendidikan seperti yang terjadi di Maluku, terjadi karena adanya kontrol yang lemah dari pemerintah pusat. Aksi yang dilakukan itu sempat terhenti. Karena bertepatan Shalat Jum’at.

Kemudian kembali dilanjutkan dan diakhiri audiensi dengan perwakilan pihak Kemendikbud.  Aksi yang dilakukan sempat terhenti. Karena waktunya Shalat Jum’at. Kemudian kembali dilanjutkan dan diakhiri audiensi dengan perwakilan pihak Kemendikbud.

Anan Kusumah perwakilan Humas Kemendikbud dalam audiensi mengapresiasi tuntutan demo aktivis GMKI Jakarta. Walau sempat terjadi perdebatan, karena ada hal tuntutan tidak dipenuhi, karena pihak pendemo menginginkan audiensi tersebut dihadiri dari pejabat struktur pejabat Kemendikbud.  Hasil dari dialog itu, menghasilkan kesepakatan serta ditandatangani langsung pihak Humas Kemendikbud. Yaitu, bersedia bertanggungjawab menyampaikan aspirasi GMKI Jakarta kepada pimpinan Kemendikbud.

Baca juga :   DPR Dorong Pelatihan Manajerial Usaha Ultra Mikro Untuk Pemulihan Ekonomi

Hal senada juga disampaikan Marthin Silitonga. Ia mengatakan pihaknya sudah muak dengan hal-hal intoleransi dan diskriminasi. Maka, sudah baik GMKI Jakarta sadar adanya masalah di ranah pendidikan. “Ya, kami punya harapan supaya pemerintah melalui  Kemendikbud bisa mempertimbangkan aspirasi kami, sebagai masukan,” jelasnya.

GMKI Jakarta sebagai organisasi mahasiswa yang besar tetap menjalankan marwahnya. Setiap aksi yang dilakukan, akan tetap dimulai dengan diskusi. Dan setelah aksi ditutup dengan refleksi. Dalam aksi itu juga hadir sejumlah pengurus GMKI Jakarta, Riswan Siahaan (Kepala Bidang Aksi dan Pelayanan), Regen Hontong (Kepala Bidang Organisasi), serta Sam Barlly (Wakil Sekretaris Cabang), Yerikho Manurung (Koordinator Departemen Perguruan Tinggi). (AH)


BAGIKAN :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *