Connect with us

Birokrat

Nigeria Tertarik Produksi Pupuk Inovasi Indonesia Berbahan Batu Bara

Published

on

Kementerian Perdagangan (Kemdag) melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos melakukan perjanjian kerja sama antara PT Saputra Global Harvest (SGH) dari Indonesia dengan MAAIC & MAAH dari Nigeria.Photo: Ist
BAGIKAN :

DN, Jakarta – Indonesia kembali mengukir sejarah. Hal ini dibuktikan Kementerian Perdagangan (Kemdag) melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos melakukan perjanjian kerja sama antara PT Saputra Global Harvest (SGH) dari Indonesia dengan MAAIC & MAAH dari Nigeria.

Kedua negara berencana menjalankan produksi dan pemasaran pupuk batu bara Saputra Futura di Nigeria. Dalam kerja sama ini, Indonesia mendapatkan royalti pemanfaatan teknologi Saputra dan Nigeria menjadi penyedia bahan baku batu bara.

Kasan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemdag menyampaikan penandatanganan kerja sama itu dilaksanakan secara virtual di Kedutaan Besar RI (KBRI) Abuja pada Senin (15/3). Dan disaksikan Duta Besar RI untuk Nigeria Usra Hendra Harahap serta perwakilan pemerintah negara bagian Jigawa, bagian utara Nigeria.

“Kemendag sangat menyambut baik penandatanganan ini. Kami harap, selanjutnya, para perwakilan terus mendampingi dan menindaklanjuti kerja sama yang telah terjalin,” ucap Kasan dalam keterangan tertulis (17/3/21).

Sementara Hendro Jonathan Kepala ITPC Lagos Hendro mengatakan optimis pupuk Saputra Futura yang akan diproduksi di Nigeria diterima dengan baik. Termasuk  menjadi penentu perubahan dengan kualitas nutrisi yang tinggi, namun dengan harga yang lebih kompetitif.

Kerja sama PT SGH dan MAAIC & MAAH dimulai dari bulan Februari 2021. Melalui pengiriman sampel pupuk yang diaplikasikan pada lahan pertanian padi dan sayuran di negara bagian Jigawa. Jika hasil panen yang diperkirakan pada Mei 2021 berlangsung baik, selanjutnya akan dilakukan pembelian pupuk Saputra senilai USD 40 ribu oleh MAAIC & MAAH Ltd.

“Potensi kerja sama ini akan semakin terbuka di masa depan. Produksi pupuk Saputra Futura dengan menggunakan bahan baku batu bara Nigeria menghasilkan harga pupuk yang lebih kompetitif di Nigeria,” terang Hendro.

Baca juga :   Industri Furniture dan Kayu Nasional Terpuruk, Apa Solusinya?

Sekada tahu, kebutuhan pupuk Nigeria mencapai diperkirakan 1,8 juta ton per tahun untuk 3 juta hektare total luas lahan pertanian. Saat ini, sebanyak 80 persen pertanian di Nigeria menggunakan pupuk kimia (NPK) dan sisanya menggunakan pupuk urea. Penggunaan kedua jenis pupuk tersebut menyebabkan penurunan kualitas nutrisi tanah di lahan pertanian Nigeria.

Sedangkan, penggunaan pupuk batu bara tidak mengurangi kandungan nutrisi di dalam tanah. Dengan begitu, produk pertanian yang dihasilkan memiliki kualitas baik dengan waktu panen relatif lebih cepat.

Pendiri PT SGH Umar Hasan Saputra menerangkan, salah satu keunggulan produk pupuk batu bara Saputra adalah kemampuannya dalam mengembalikan 26 nutrisi ke dalam tanah. Pupuk yang diproduksinya pun telah dipatenkan di Amerika Serikat. PT SGH memiliki target jangka panjang untuk memproduksi hingga 600 ton pupuk per tahun bekerja sama dengan pabrik pupuk di Nigeria.

“KBRI Abuja bersama ITPC Lagos akan melakukan pendekatan secara kontinu kepada pengguna pupuk dan instansi pemerintah Nigeria dalam mempromosikan pupuk Saputra Futura. Hal ini mengingat produk tersebut merupakan inovasi bagi pengembangan sektor pertanian berkelanjutan di masa mendatang,” tandasnya. (AH)


BAGIKAN :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *