Connect with us

Internasional

1 Dari 5 Anak-anak di Dunia Mengalami Krisis Air Bersih

Published

on

Ilustrasi krisis air. Photo: Pixabay
BAGIKAN :

DN, Internasional – Henrietta Fore Direktur Eksekutif Organisasi dana Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-Anak (UNICEF) mengatakan lebih dari 1,42 miliar penduduk bumi, termasuk 450 juta anak-anak, tinggal di daerah krisis air bersih. Atau tepatnya, 1 dari 5 anak di seluruh dunia tidak memiliki fasilitas air yang layak dalam kebutuhan sehari-hari.

“Salah satu penyebab utama krisis ini karena dunia mengalami perubahan iklim yang terus buruk, pertumbuhan penduduk, urbanisasi dan cuaca ekstrim. Sehingga berimbas pada ketersediaan air bersih,” ucap Henrietta Fore, dalam keterangan tertulis, di New York pada 18 Maret 2021 lalu.

Selain itu, dampak kerugian paling terbesar dari krisis air ini adalah anak-anak. Ketika sumur mengering, anak-anak terpaksa tidak masuk sekolah, karena terpaksa harus mengambil air. Begitu juga, saat terjadi kekeringan, mereka banyak menderita kekurangan gizi, akibat persediaan makanan berkurang jauh. Serta rentan terserang berbagai penyakit.

Hasil data yang telah dirilis UNICEF, menunjukkan saat  ini lebih dari 80 negara, kondisi anak-anak sedang tinggal di daerah darurat krisis air. Seperti di Afrika Timur dan Selatan. Di wilayah ini, ada separuh anak-anak atau sebanyak 58 persen kesulitan mendapatkan akses  air untuk kebutuhan sehari-hari. Diikuti Afrika Barat dan Tengah terdapat 31 persen, Asia Selatan sebanyak 25 persen dan Timur Tengah 23 persen.

“Asia Selatan merupakan wilayah paling tinggi rentan mengalami krisis air bersih. Lebih dari 155 juta anak sedang kesulitan mendapatkan akses air bersih,” terangnya.

Kemudian untuk wilayah cuaca panas, terdapat anak-anak di 37 negara sedang menghadapi situasi mengerikan dalam krisis air. Ditambah lagi konflik berkepanjangan dan eksploitasi sumber daya alam. Diantaranya Negara Afghanistan, Ethiopia, Haiti, Kenya, Nigeria, Pakistan, Papua Nugini, Sudan, Tanzania dan Yaman.

Baca juga :   FAO: Dimasa Pandemi Ancaman Krisis Pangan Semakin Nyata

Intinya, kebutuhan air bersih semakin meningkat setiap tahunnya. Sementara persediaan sumber air di dalam bumi semakin menipis. Menurut laporan analisa UNICEF pada 2017, diperkirakan 1 dari 4 anak-anak secara global akan hidup dengan kekurangan air yang sangat tinggi tahun 2040 nanti. UNICEF sendiri telah meluncurkan program keamanan air untuk semua kebutuhan masyarakat dunia. Dan memastikan setiap anak memiliki akses layanan air yang berkelanjutan.

“Kita harus bertindak sekarang ini untuk mengatasi krisis air di muka bumi ini, melalui inovasi dan menciptakan perdamaian dunia,” tandasnya. (AH)


BAGIKAN :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *