Connect with us

Internasional

UNICEF: Hentikan Rantai Warisan Rasis Kepada Anak-Anak

Published

on

Ilustrasi kampanye anti rasis dan diskriminasi. Photo: Pixabay
BAGIKAN :

DN, New York – Henrietta Fore Direktur Eksekutif United Nations Children’s Fund (UNICEF) salah satu organisasi dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan anak-anak masih rentan korban rasial dan diskriminasi di muka bumi ini. Hal itu disampaikannya dalam memperingati hari ‘Penghapusan Rasial Sedunia’ yang diperingati pada 21 Maret kemarin.

Dia menjelaskan, bahkan praktik diskriminasi, rasial, fanatisme buta, kebencian sampai hari ini belum mengalami penurunan di berbagai belahan negara. Serangan diskriminasi dan rasis masih sering menimpa orang-orang keturunan Asia. Hingga kekerasan terhadap pria dan wanita kulit hitam dan agama Muslim, termasuk penindasan masyarakat adat.

“Berbagai kejadian kekerasan ini tak jauh dari soal ketidakadilan. Serta doktrin kebencian mengakar yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ucap Henrietta Fore dalam keterangan tertulis di laman unicef.org.

Lanjutnya, anak-anak dan remaja sangat memiliki kekuatan untuk memutuskan rantai kebencian ini. Dan mereka telah berbicara dengan lantang-dengan lantang, jelas dan konsisten untuk mendesak  diakhirinya rasisme, intoleransi dan ketidaksetaraan.

“UNICEF yakin bahwa setiap anak berhak tumbuh bebas dari diskriminasi dan rasisme. Untuk memulai perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Kami sudah berkomitmen menjadikan UNICEF sebagai organisasi yang paling inklusif dan beragam untuk menciptakan perdamaian dunia,” tegasnya.

Sebagai wujud menghapuskan praktik diskriminasi dan rasial, pada bulan Juni tahun lalu UNICEF meluncurkan Tim Tugas internal Anti-Rasisme dan Diskriminasi. Tim tugas awalnya berfokus pada rasisme anti-kulit hitam. Selanjutnya pekerjaan ini secara bertahap diperluas untuk menangani diskriminasi ras dan etnis, kemudian semua bentuk diskriminasi.

Tujuan ini untuk mengatasi diskriminasi di UNICEF dan memberikan ruang terbuka bagi semua personel kami untuk menyuarakan pendapatnya. Pekerjaan gugus tugas dapat membantu menginformasikan bagaimana kami memberikan hasil untuk anak-anak dengan cara yang bebas dari rasisme dan diskriminasi.

Baca juga :   Survei 10 Negara G20, Indonesia Termasuk Gagal Menangani Krisis Pekerjaan

Pada Hari Internasional Menentang Rasisme ini, UNICEF dengan bangga berdiri bersama anak-anak dan remaja saat mereka melawan rasisme. Serta dengan tegas memperbarui komitmennya untuk mengakhiri semua bentuk diskriminasi di dalam jajarannya sendiri.

“Dalam kata-kata Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, mari kita bekerja sama untuk membersihkan dunia dari kejahatan rasisme yang merusak peradaban manusia.  Sehingga semua dapat hidup dalam dunia yang damai, bermartabat, dan berkesempatan,” tandasnya. (AH)

 


BAGIKAN :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *