Connect with us

Birokrat

3 Kementerian Bersinergi, Dorong Ekspor Komoditas Pertanian

Published

on

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor produk pertanian di Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur. (Sumber photo: Biro Humas Kemdag)
BAGIKAN :

DN, Jakarta – Tiga kementerian, yaitu Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Kementerian BUMN telah bersinergi untuk mendorong peningkatan ekspor komoditas pertanian.   Tujuan kerja sama ini nantinya akan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan saat melakukan pelepasan ekspor bersama produk pertanian senilai Rp 140 miliar ke 12 negara di Surabaya, Jawa Timur, Jumat kemarin (12/3). Dalam kegiatan itu juga hadir Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian, Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Adapun komoditas yang diekspor terdiri 34 jenis. Komoditas ini diantaranya pentol bakso, sarang burung walet, pakan ternak, premik, cicak kering, lipan kering, asam amino hewan L-Lysine sulfate, pakan ternak, susu pasteurisasi, susu, kelapa bulat, mentega kakao, bubuk kakao, biji kopi, cengkeh, dan serat campuran (sillage) allformilk.

“Komoditas tersebut akan diekspor ke 12 negara tujuan, yaitu Amerika Serikat, Hongkong, Timor Leste, Jerman, Brunei Darussalam, Thailand, Tiongkok, Vietnam, Korea Selatan, Mesir, Singapura, Bangladesh,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (13/3/21).

Muhammad Lutfi juga menjelaskan bahwa perdagangan menjadi salah satu yang terpenting dalam menggeliatkan ekonomi. Dengan jumlah konsumsi Indonesia yang mencapai 59 persen dari produk domestic bruto (PDB) Indonesia. Artinya, pemerintah harus menjaga konsumsi agar masyarakat dapat menggerakan industri dan ekspor meningkat.

“Berhubung Jawa Timur merupakan pusat perdagangan barang setengah jadi untuk Indonesia bagian timur, maka Kementerian Perdagangan akan membuat Export Center di Surabaya. Untuk memastikan komoditas Indonesia dapat melakukan penetrasi ke pasar internasional,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Syahrul Yasin Limpo. Ia mengatakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sinergi lintas Kementerian harus ditingkatkan. Sebagai langkah strategis dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional, di tengah tantangan pandemi Covid-19.

Baca juga :   Hari Ini, BP2MI membuka Kegiatan Kick off Migran Day

“Menghadapi pandemi ini dengan berbagai dampak yang ada, maka kerja sama antarsektor harus ditingkatkan. Hari ini kami datang untuk melepas ekspor. Bersama kita genjot pasar ekspor produk pertanian kita,” lugasnya.

Khofifah berharap, Export Center di Surabaya akan dapat segera diwujudkan sehingga proses petik olah kemas jual di Jawa Timur dapat pasar internasional. Hal ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya Jawa Timur.

Pada kegiatan ini juga diserahkan sertifikat kesehatan (Health certificate/HC) dan sertifikat fito sanitasi (Phytosanitary Certificate/PC) kepada eksportir oleh tiga Menteri. Sertifikat tersebut diserahkan kepada PT Sinar Indochem (pakan ternak) sebanyak 60 ton senilai Rp300 juta ke Timor Leste, PT Organic Hans Jaya (sarang burung walet) sebanyak 494 kg senilai Rp9,9 miliar ke Tiongkok, PT Cargill Indonesia (bubuk dan mentega kakao) sebanyak 83,4 ton senilai Rp4,98 miliar ke Tiongkok, dan PT Yongbee Indonesia (pakan serat campuran) sebanyak 174,4 ton senilai Rp392 juta ke Korea Selatan.

Data dari Badan Karantina Pertanian, Kementan, secara nasional produk pertanian yang diekspor hingga Maret 2021 sebanyak 81,3 ribu ton dengani nilai mencapai Rp1,26 triliun. Komoditas tersebut terdiri dari tanaman pangan sebanyak 8,5 ribu ton senilai Rp125,8 miliar (9,95 persen), hortikultura sebanyak 487,9 ton senilai Rp47 miliar (3,71 persen), perkebunan sebanyak 72,2 ribu ton senilai nilai Rp997,3 miliar (78,9 persen), dan peternakan sebanyak 27,8 ribu ton senilai nilai Rp94 miliar (7,43 persen). (AH)


BAGIKAN :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *