Connect with us

Opsi

Jadi Mantan Presiden yang Tenang

Published

on

BAGIKAN :

DN, Opsi – Boleh dikatakan, hampir semua orang yang pernah menjadi presiden negeri ini selalu terganggu ketenangannya. Ada saja yang menghujat, mengungkit hal-hal yang dianggap tidak beres pada masa kepemimpinan mereka.  Itu pastilah tidak menyenangkan.

Biasanya atau pada umumnya, omongan-omongan tentang ketidakberesan hasil kepemimpinan presiden terdahulu keluar dari mulut orang-orang yang mendukung presiden berikutnya, dalam hal ini termasuk mereka yang secara langsung ikut terlibat dalam kekuasaan. Begitu ada kritik terhadap seseorang yang sedang menjabat presiden, maka muncullah pembelaan dari para pendukungnya, di antaranya dengan cara mengoper kritik tersebut ke mantan presiden.

Barangkali, itulah yang kemudian memunculkan pikiran-pikiran atau gagasan-gagasan  melanggengkan kekuasaan pada sejumlah orang. Intinya, agar tidak menjadi keranjang sampah kecaman, keluhan, atau kekecewaan rakyat, maka menjadi ‘mantan presiden’ harus dihindari.

Sesungguhnya, tenang atau tidak tenang itu urusan hati. Jujur atau tidak jujur, itu juga bersangkut-paut dengan hati. Artinya, singkat kata, siapa pun tidak dapat mengibuli hatinya sendiri.

Jadi? Siapa pun yang sekarang atau nanti berniat dan berminat menjadi presiden negeri ini sebaiknya melakukan langkah awal dengan tidak berniat dan berminat memperoleh kursi presiden dengan cara curang, culas, penuh tipu muslihat. Lagi-lagi, ukurannya hati sendiri. Dalam hal ini, hatilah satu-satunya alat ukur atau pendeteksi yang dapat diandalkan.

Bahwa kampanye, sosialisasi program, mempromosikan gagasan, memperkenalkan diri itu pasti membutuhkan biaya (untuk meraih kursi presiden biayanya sangat besar), tentu saja tidak dapat disangkal, dapat dipahami. Menyiapkan dana untuk urusan itu pasti harus. Akan tetapi, menjanjikan hal-hal yang disadari tidak masuk akal, dengan niat membohongi (membodohi) rakyat calon pemilih adalah sebuah penipuan, tindakan curang, culas.

Baca juga :   In Memoriam Prof.Dr. Muchtar Pakpahan SH, MH

Jadi? Kalau memang berniat dan berminat menjadi mantan presiden yang dapat hidup tenang, maka tidak dapat tidak, mulailah dengan langkah awal yang bersih. Bahwa dalam perjalanan pencalonan kemudian muncul godaan-godaan, bisikan-bisikan sesat dan menyesatkan, itu juga patut diingat dan dipahami. Lebih baik balik badan, ketimbang maju terus tapi setelah itu menyesal sepanjang hidup.

Menjalani kehidupan dalam keadaan ”seolah-olah orang terhormat” pasti tidak nikmat. Itu dapat dipastikan bukan pilihan orang bijak.  (Usman Gumanti)


BAGIKAN :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *