Connect with us

Birokrat

Petugas PPKL Dituntut Profesional Untuk Mewujudkan Koperasi Pangan Modern

Published

on

Ahmad Zabadi Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM
BAGIKAN :

DN, Surabaya – Ahmad Zabadi Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM menyampaikan eksistensi Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) dibutuhkan. Terutama dalam melakukan pendampingan, penyuluhan dan pendataan koperasi di daerah, dalam mewujudkan 100 koperasi modern pada 2021 ini.

“PPKL harus pro aktif mengajak pelaku UMKM menjadi anggota koperasi sebagai perusahaan milik bersama. Sehingga nantinya bisa memberikan manfaat untuk kesejahteraan para anggotanya,” ujar Zabadi, didepan peserta PPKL di Hotel Grand Darmo Suite Surabaya Jawa Timur, Jumat kemarin, (16/04).

Lanjutnya, PPKL merupakan mitra strategis dinas di daerah dan sebagai ujung tombak pembinaan koperasi harus memiliki gelombang dan frekuensi yang sama dengan pemerintah pusat. Dalam mewujudkan 100 koperasi modern tahun 2021, akan lebih difokuskan dalam pengembangan koperasi sektor rill.

“Khusnya koperasi pangan seperti pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan. Untuk itu saya minta PPKL mengidentifikasi dan melakukan kurasi terhadap koperasi sektor rill untuk dikembangkan menjadi koperasi modern, dan saya minta menyiapkan profiling koperasi sektor rill di wilayah anda dan proses bisnisnya,” ujar Zabadi.

Zabadi juga mengingatkan bahwa pembentukan PPKL merupakan pengembangan sebuah profesi jasa pendampingan, penyuluh dan konsultan untuk mendukung pengembangan koperasi di Indonesia. Jadi dibutuhkan pendamping profesional. Untuk membantu pengembangan  koperasi, baik secara kelembagaan maupun usaha.  Karena itu, PPKL harus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya dengan mengikuti  berbagai kegiatan capacity building dan pelatihan yang bersertifikat.

“PPKL juga harus mampu menjadi pembelajar yang serius untuk meningkatkan knowledge dan skill agar memiliki kemampuan unggul yang dibutuhkan koperasi,” tegasnya.

Zabadi menambahkan, PPKL diangkat dalam upaya pendampingan kepada koperasi untuk lebih profesional dalam penerapan Good Cooperative Governance (GCG). Serta melakukan pembinaan kepada koperasi agar masuk dalam ekosistem digital, baik digital dalam pemasaran produk, digitalitasi pencatatan dan penyediaan laporan keuangan serta akses pembiayaan.

Baca juga :   Pemerintah Akan Bekali Wirausaha Bagi PMI Purna

“Peran PPKL juga harus hadir ditengah-tengah masyarakat, memberikan literasi kepada masyarakat, terutama manfaat yang didapatkan jika masyarakat mau menjadi anggota koperasi,” pungkas Zabadi.

Acara ini juga dihadiri Asisten Deputi bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Nasrun dan Kepala Bidang Perkoperasian Provinsi, Jawa Timur Ceppy Syukur Laksana. (AH)

 


BAGIKAN :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *