Connect with us

Birokrat

Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2021, DJKI Kemenkumham Fokus Perlindungan Produk UMKM

Published

on

Freddy Haris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (DJKI Kemenkumham). Photo: Ist
BAGIKAN :

DN, Jakarta – Pada peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia Tahun 2021, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (DJKI Kemenkumham) mengangkat tema “IP and SMEs: Taking Your Ideas to Market”. Termasuk meningkatkan potensi ekonomi kreatif, ada banyak aspek yang perlu diperhatikan pelaku UMKM.

Serta tidak sedikit ditemukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kurang memperhatikan aspek legalitas. Maupun regulasi yang ditetapkan pemerintah, serta pemahaman terhadap proses komersialisasi. Salah satu aspek penting bagi pelaku UMKM, yaitu memberi perlindungan kekayaan intelektual produknya. Baik itu merek, paten, hak cipta, maupun desain industri. Sayangnya, kesadaran pelaku UMKM masih rendah melindungi kekayaan intelektual usahanya yang bisa menjadi aset bernilai.

Freddy Haris Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Intelektual (KI) menyampaikan untuk melindungi Kekayaan Intelektual (KI) sangat penting sebagai pelindungan hukum kepada pencipta atas hasil karya ciptanya. Agar tidak dicuri maupun ditiru pihak lain yang tidak bertanggungjawab.

“Sayangnya pelaku UMKM belum punya kesadaran lindungi inovasi dan kreatifitasnya. Kekayaan intelektual adalah intangible asset baik itu hak cipta, merek, indikasi geografis, rahasia dagang maupun desain. Padahal ini penting buat daya saing UMKM. Kekuatan UMKM bukan pada kekuatan modal tapi kreativitasnya, ini yang harus dilindungi,” tuturnya.

Dimana DJKI Kemenkumham telah mendata selama kurun waktu 2019 sampai 2021 permohonan pendaftaran KI yang masuk hanya 76.294 permohonan. Padahal jumlah UMKM di Indonesia berjumlah sekitar 65,4 juta.

Menurutnya, dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif, pihaknya di DJKI Kemenkumham memberikan kemudahan dan keringanan biaya untuk permohonan pendaftaran kekayaan intelektual kepada para pelaku UMKM.

Diantaranya adalah DJKI Kemenkumham membuat inovasi layanan publik dengan meluncurkan aplikasi IPROLINE (Intellectual Property Online) dan loket virtual (Lokvit) demi meningkatkan pelindungan KI sekaligus mengurangi praktek pungutan liar.

Baca juga :   Jokowi Tandatangani PP Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan

Dengan begitu, masyarakat khususnya pelaku UMKM dapat dengan mudah mendaftarkan permohonan KI-nya tanpa perlu datang ke kantor DJKI. “Layanannya sudah fully online, tidak ada fisik dan pembayarannya juga melalui bank,” ucap Freddy.

DJKI Kemenkumham juga memberikan insentif tarif pencatatan hak cipta dan pendaftaran merek, desain industri, dan paten serta insentif tarif pemeliharaan untuk paten. Lalu kemudahan dalam memperoleh KI berupa keringanan biaya pendaftaran dan pencatatan KI bagi Usaha Mikro dan Usaha Kecil.

Dan paling sedikit sebesar 50 persen sebagaimana tertuang dalam PP No. 7 tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM serta PP No. 28 tahun 2019 tentang Jenis & Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kemenkumham,” ungkapnya.

“Untuk pemiliharaan paten, ada pembebasan biaya tahunan paten untuk 5 (lima) tahun pertama Pasca Registrasi,” lanjutnya.

Untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui pelindungan KI, Freddy mengungkapkan, pada peringatan Hari Kekayaan Intelektual Internasional tahun ini DJKI menggelar beberapa rangkaian kegiatan yang bermanfaat bagi pelaku UMKM.

Diantara rangkaian peringatan tersebut adalah DJKI menggelar Safari Paten ke beberapa kota di Indonesia yang telah berlangsung sebelumnya. Selain itu, DJKI juga mengadakan webinar kekayaan intelektual yang tayang mulai tanggal 26 April hingga 6 Mei 2021 di kanal Youtube dan Instagram DJKI Kemenkumham.

Webinar pertama, tayang hari Senin tanggal 26 April 2021 dengan pembahasan mengenai Strategi Meningkatkan Nilai Komersial Paten. Pada webinar kedua, tayang hari Rabu tanggal 28 April 2021 dengan pembahasan mengenai Kiat-kiat Branding Produk Menjadi Suatu Merek yang Dikenal.

Kemudian, saat webinar ketiga, tayang hari Jumat tanggal 30 April 2021 dengan pembahasan mengenai Nilai Ekonomi Hak Cipta di Era Digital. Di webinar keempat, yang tayang hari Selasa tanggal 4 Mei 2021 membahas mengenai Membangun Produk Industri yang Berkarakter dan Bernilai Ekonomi.

Baca juga :   Satgas Covid-19 Terbitkan SK Bagi WNI Pelaku Perjalanan Internasional Dimasa Pandemi

Pada webinar terakhir, tayang hari Kamis tanggal 6 Mei 2021 membahas mengenai  Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Komunal Untuk Mendukung Ekonomi Kreatif. Diharapkan melalui kegiatan ini pelaku UMKM dapat lebih memahami pelindungan kekayaan intelektual sebagai salah satu aspek penting dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya, sehingga dapat terwujudkan kemandirian ekonomi bangsa melalui ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual.  (Berkam)


BAGIKAN :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *